Selasa, 03 Agustus 2021

Pemasaran Buku

 


Tema                 : Pemasaran Buku                                                                         
Narasumber       : Agus Subardana, S.E, M.M
Gelombang
        : 19 
Moderator         : Aam Nurhasanah

Alhamddulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia-Nya.  Pada malam ini saya sebagai anggota baru pada grup WA “Belajar Menulis” dapat bergabung dengan orang-orang hebat pada dunia tulis menulis (literasi). Saya sadar sebagai orang baru, sepantasnyalah saya menyampaikan permohonan maaf apabila di dalam resume saya ini, terdapat banyak hal-hal yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu penulis yang hebat mohon tegur sapa yang sifatnya memotivasi bagai orang tua terhadap anaknya.

Malam ini merupakan malam perdana saya mengikuti materi dengan Narasumber Bapak Agus Subardana, S.E, M.M dan sebagai Moderatornya Ibu Aam Nurhasanah, adapun tema materi adalah “Pemasaran Buku”. Pada materi ini, saya merasa haru dan bangga untuk ikut serta mencoba membuat resumenya. Dan inilah yang merupakan resume perdana saya dalam grup ini.

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama pembelajaran serta penyampaian informasi. Usia dini, anak-anak diperkenalkan buku dan diajarkan membaca beraneka ragam terbitan buku.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda cerdas dengan minat baca tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dan tindakan nyata membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, peluang usaha bagi yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan industri penerbitan buku  saat ini dipicu oleh  pandemi Covid-19 yang melanda di dunia ini, maka  penerbtan buku di Indonesia mengalami penurunan yang drastis dari sisi penjualan. Banyak penerbit di Indonesia  sebelum ada covid ada 1.328 penerbit yang terdaftar di IKP (Ikatan Penerbit Indonesia) saat ini banyak  penerbit yang tidak bisa bertahan menghadapi Covid-19 ini.

Maka  untuk mempertahankan industri penerbitan  dan mencapai hasil penjualan buku yang maksimal, maka kita perlu strategi pemasaran yang  jitu serta tepat dalam menghadapi situasi dan kondisi, sehingga pemasaran buku ini adalah sebagai ujung tombak juga dalam ikut mencerdaskan  kehidupan bangsa Indonesia ini.


Kita lihat dalam paparan saya di  slide ini dampak penjualan buku selama Covid-19 dimana jaringan toko buku sebagian besar pada tutup selama PPKM yg telah berjalan  mulai dari bulan Maret 2020 sampai Mei dan  masih berdampak di tahun ini. PPKM ini mulai kemarin, beberapa bulan yg lalu dari bulan Juni, Juli dan ini juga sangat terasa sekali. Pengunjung  ke toko buku mall masih ada rasa kekhawatiran karena adanya Covid dan juga dibatasi,  sehingga penurunan omset  di toko buku itu mencapai 60-80%. Selama covid-19  ini masih berjalan, penerbit mengurangi distribusi ke toko buku  dan  beberapa penerbit gulung tikar  selama covid-19 ini.  Kami Alhamdulillah di Penerbit Andi masih bisa bertahan sampai sekarang.


Dengan adanya pandemic yang belum berakhir  maka kita perlu  strategi dan langkah-langkah, salah satunya harus bisa mengubah strategi yang dulu  di zona nyaman ini kita harus masuk ke maindset strategi digital juga kita masuk ke perubahan pasar  secara digital  ke online.



Kalau kita lihat masa pandemi ini dari trend yang ada sebelum pandemik itu datang bulan Januari awal tahun 2020 penjualan masih bagus di dalam toko Gramedia kita masih bisa pluktuatif tetapi pada bulan Maret ke bawah sampai sekarang luar biasa penurunannya,  sangat turun drastis sehingga itu Maret, April, Mei, Juni agak naik sedikit untuk tahun 2020, naik sampai pada  bulan Oktober, November tetapi di tahun 2021 ini, trendnya turun lagi adanya pemberlakuan PPKM yang kemarin sudah berjalan kurang lebih satu bulan ini. Banyak toko-toko yg diharuskan untuk sementara tutup, ini yg dapat dirasakan sekali  di toko buku.


Strategi mempertahankan penjualan buku saat covid 19 Ini : 

  • pertama kita tetap terhubung dengan pelanggan buku lewat media sosial atau komunitas  
  • kedua pastikan buku yang kita jual mudah ditemukan online baik di dalam website semua marketplace dan media sosial lainnya sekarang banyak sekali online  lewat marketplace ada shopee ada Bukalapak atau Tokopedia dan juga media sosial lainnya semacam saat ini WhatsApp dan juga komunitas komunitas-komunitas media sosial yang perlu kita terus jangkau 
  • ketiga adalah strategi yang lain adalah Pemasaran Buku lewat komunitas  ini sangat penting sekali karena  komunitas  kita sudah bisa mengenal, sharing dan juga bisa saling membutuhkan dan menawarkan produk buku yang sesuai dengan keinginan dari setiap komunitas yang kita punyai 
  • keempat adalah jadi yang lebih depan dibandingkan kompetitor, anda selalu tampil yang pertama artinya  kita harus percepat dalam bersosial media  dibandingkan pesaing yang ada  
  • kelima Harus proaktif setiap saat dan juga siap melayani secara cepat karena kita juga perlu adanya penawaran promo khusus dalam merambah ke dunia digital ini kita akan berikan diskon atau rabat,  juga kita sering mengadakan event-event salah satunya juga kepemimpinan dan juga kita mengadakan semacam promosi dengan adanya suatu webinar dengan tema-tema yang dibutuhkan oleh keadaan saat ini itu perlu kita cermati 
  • keenam juga kita akan menjadi brand yang tanggap situasi dengan menumbuhkan empati contohnya kita harus cepat dalam pengirimannya carikan informasi Buku yang sesuai dengan konsumen kalau ada komplain memberikan solusi yang jelas dan apa adanya itu yang perlu kita tekan kan dalam melakukan penawaran melalui sistem online ini

Bapak Ibu sekalian strategi pemasaran penjualan buku ini memang saya rasa sangat unik dan banyak aspek yang perlu kita resapi dan pahami, saat ini kita memang banyak melakukan media sosial lewat online dan sebagainya ini perlu kita juga  dalam menentukan jenis-jenis buku yang kita terbitkan atau  perlu kita tulis  tren pasar yang ada.


Contohnya, kami penerbit Andi. Pilihan strategi pemasaran penjualan buku dipengaruhi banyak aspek dan unik, hal ini dilihat dari jenis-jenis buku yang diterbitkan. Dikelompokkan menjadi 32 katagori produk buku (buku Anak, Bisnis, Pertanian, Fiksi, Novel, Pengembangan Diri, Buku Teks, dan lain-lain).


Dari jenis-jenis buku kita melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan. Pada umumnya pemasaran buku berkoordinasi dengan beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran dipengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1. Faktor Mikro : perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat

2. Faktor Makro : demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.


Saat ini dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku masuk dalam faktor keduanya Mikro dan Makro. Penerbit Andi Offset termasuk Industri Penerbitan Buku, usianya mencapai 40 tahun telah menerbitkan 10.000 buku dikelompokkan menjadi 32 katagori.


Strategi Pemasaran Buku yang telah kami petakan menjadi dua Serangan Udara dan Serangan Darat dengan berlandaskan pada Faktor Mikro dan Makro dapat dijelaskan sebagai berikut :



Dari penjelasan di atas banyak menggunakan penjualan On Line kita juga melakukan strategi pemasaran sistem serangan darat atau Of Line. Penerbit Andi telah mempunyai 87 cabang di kota dari Aceh s.d Papua dengan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang.








4 komentar:

DARI MANA IDE MENULIS DATANG?

  Resume ke 11   Pertemuan ke               :       20 Tema                         ...