Jumat, 27 Agustus 2021

DARI MANA IDE MENULIS DATANG?

 

Resume ke 11

 

Pertemuan ke              :      20

Tema                           :      Dari Mana Ide Menulis Datang?

Narasumber                :      Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd.

Gelombang                 :      20

Moderator                   :      Ibu Maesaroh

 Dari sudut sebuah desa di Kabupaten Tolitoli. Saya duduk di sudut ruang kerja pribadi. Di depan saya, sebuah laptop yang sudah kuonkan dari tadi. Lalu saya buka WA Grup Belajarmenulis, di situ terpampang sebuah foto mengenai jadwal materi malam ini. Di foto tersebut tertulis Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS, Bapak Dr. Imron Rosidi narasumbernya dan Ibu Maesaroh moderatornya.

Materi ini bagi saya, sangat kekinian. Sangat cocok untuk memotivasi guru-guru hebat. Maksud saya yang sudah memiliki Karpeg dan N-I-P. Malam ini apa yang ada dalam imajinasi, saya akan tuangkan dalam bentuk tulisan. Tulisan itu sebagai respon dari materi malam ini, pada akhirnya akan menjadi sebuah resume. Menjadi PR bagi kami selaku peserta, yang akan menjadi batu loncatan mengikuti senior-senior kami pada dunia tulis menulis.

Karena datang info baru, baik moderator maupun narasumber mandapat laka lantas. Saya do’akan cepat pulih kembali sehingga dapat beraktifitas seperti sediakala. Aamiin! Jadi, malam ini moderator akan membersamai guru besar kita semua, seorang guru  penggerak yang tampak nyata, sepak terjangnya dalam menebar virus literasi, membawa kita pada peradaban menulis. Beliau adalah Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. Sang Founder Pelatihan penulis dari gelombang 1-20.

 Kuliah malam ini, dibagi menjadi 4 segmen:

1. Pembukaan

2. Penjabaran materi (19.00-20.00 WIB)

3. Sesi Tanya Jawab (20.00-21.00WIB)

4. Penutup (21.00-selesai)

Tidak ada CV yang saya bawa untuk Om Jay, karena kita sebagai anak didikannya sudah mengetahui kehebatan beliau.

"Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi"

Suatu filosofi yang menggugah selera penulis pemula untuk menciptakan sebuah tulisan.

Agar diberi kelancaran, mari kita bersama buka acara malam ini, dengan memanjatkan do'a menurut kepercayaan masing-masing.

Dan untuk mengoptimalkan waktu, kepada guru besar kita Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd, silakan memasuki kelas!

Biodata OmJay dapat anda baca di https://wijayalabs.com/about

Malam ini beliau menggantikan bapak Dr. Imron Rosidi. Tadi siang beliau kecelakaan sepeda motor dan harus istirahat di rumah. Mari kita doakan beliau kembali sehat dan putih seperti sediakala. Aamiin!

Malam ini narasumber akan membawakan materi darimana ide menulis datang?

Ide menulis bisa datang dari mana saja. Bisa dari sebuah foto dan bisa juga datang dari sebuah video. Contoh. Omjay akan kirimkan sebuah foto dan kawan kawan omjay minta untuk membuat tulisan yang menarik dari sudut pandang yang berbeda.

 


 Beberapa tulisan di bawah ini merupakan pengembangan dengan hanya melihat Foto OmJay :

 1.      OmJay itulah nama panggilan akrab beliau. Di wajah beliau selalu tersungging senyuman, sebagai tanda bahwa orangnya ramah. Kumis tipis yang menghiasi wajah beliau menambah wibawa sebagai orang yang berilmu. Beliau tidak kikir dalam membagi ilmu. Karena prinsip beliau kalau membagi ilmu tidak bernilai kurang justru makin dengan membagi ilmu, ilmu barupun akan muncul.

 2.      Omjay. Begitu sapaan yang biasa dilakapkan kepada beliau. Beliau mempunyai nama lengkap Wijaya Kusuma, M. Pd.

Bagi guru atau blogger di Indonesia, nama beliau tidak asing lagi. Sosok yang penuh inspirasi ini, telah melahirkan banyak guru, yang sebelumnya hanya guru pembaca, menjadi guru penulis. Beliau layak dinobatkan sebagai  "Gurunya Para Guru Penulis".

 3.      Omjay seorang yang ramah, pebelajar sejati. Beliau masih sedang menyelesaikan S3. Beliau sangat rajin menulis. Menulislah setiap hari buktikan apa yang terjadi. Motivasi ini mampu menghipnotis para blogger menulis di blognya setiap hari.

Beliau ini founder pelatihan menulis seperti yang saya ikuti sekarang ini. Ratusan guru se-Indonesia bergabung di kelasnya. Saat ini sudah gelombang ke-20.

Omjay adalah guru penggerak. Beliau mampu menggerakkan para guru untuk menuangkan idenya masing-masing apa itu guru penggerak dalam bentuk tulisan.

 

4.      Siapa yang tidak kenal dengan foto ini?. Beliau sangat akrab di kalangan para pendidik, terlebih lagi bagi para penulis buku.

 

Beliau adalah Wijaya Kusumah atau disapa akrab Om Jay. Beliau sang founder program belajar menulis PGRI seperti yang saya ikuti malam ini. Selain sebagai penulis buku, beliau jg sang blogger nasional dan sekaligus inspirator dan motivator ternama.

Saya sangat senang mengenal beliau. Dia sangat ramah dan santun, meskipun saya belum pernah tatap muka langsung dengannya.

Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan hidupnya selalu penuh keberkahan. Terima kasih Om Jay, telah menuntun kami ke jalan yang benar. Salam literasi.

 

5.      Wijaya Kusuma, S. Pd., M. Pd. lebih familier dengan Om Jay, adalah guru Bloger Indonesia. Teacher, Trainer, Writer, Motivator, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, Simposium, Workshop PTK dan TIK, Edupreneurship, Pendidikan Karakter Bangsa, Konsultan manajemen pendidikan, serta Praktisi ICT. Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis. Semua perjalanan itu ia selalu tuliskan di http://kompasiana.com/wijayalabs.

Omjay bersedia membantu para guru dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) online, dan beberapa Karya Tulis Ilmiah Omjay selalu masuk final di tingkat Nasional, dan berbagai prestasi telah diraihnya.

Narasumber menanggapi tulisan para peserta. Ternyata dari sebuah foto banyak melahirkan sebuah tulisan yang menarik. Bila kita mampu menulis dengan hati, maka foto itu akan bernyawa. Apalagi bila kita mengenal sosok foto dari orang yang kita kenal. Walaupun belum pernah berjumpa secara langsung.

Selain dari foto, ide menulis bisa datang dari sebuah video pendek. Mari kita tonton video ya di YouTube dan di wa group. Hanya mendengar nyanyian dari OmJay dapat juga dikembangkan dalam bentuk tulisan, seperti di bawah ini :

 1.      Di video ini lagu yang dinyanyikan OmJay, hanya dua kalimat. Makna dari dua kalimat itu mengandung makna yang tidak ternilai bagi pembelajar. Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Ini bermakna ilmu yang paling berkesan adalah ilmu yang di dapat pada waktu kecil. Karena waktu kecil atau kanak-kanak pikiran belum terkontaminasi virus-virus negatif, apa lagi jika anak di gembleng di lingkungan yang asri masih jauh dari pengaruh IT seperti di Pondok Pesantren atau sekolah yang berasrama.

 Belajar ketika dewasa bagai mengukir di atas air, bermakna ilmu yang di dapat kadang tidak berkesan. Karena usia ini sudah banyak pengaruh-pengaruh apa lagi kalau usia sudah masuk KDI (Kurang Daya Ingat). Usia sudah usur, mata sudah kabur, gigi sudah gugur, makanan tinggal bubur, alamat badan akan masuk kubur.

 2.      Kata kunci manulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Di balik kalimat ini ada makna yang tersirat, saya pribadi sudah membuktikan dalam minggu ini sudah tiga karya tulis saya dalam bentuk cerpen. Waktu saya stor ke pengelola grup, beliau menyambut dengan positif, bahkan emojinya selalu tanda jempol atau menangis dan tersenyum. Judul karya saya masih rahasia. Supaya ikutan jadi laris manis seperti karya OmJay.

P1

Maaf Bunda, pertanyaan dirubah

Syafruddin-Tolitoli

Pertanyaan :

1.                  Maaf OmJay, bagaiman awal mulanya sehingga Bapak bisa menjadi seorang penulis hebat?

JP1

Narasumber awalnya bertemu dengan guru hebat dan berprestasi. Namanya bapak Dedi Dwitagama. narasumber belajar bersama beliau melalui blognya di https://dedidwitagama.wordpress.com

Kemudian narasumber berguru kepada para penulis hebat Indonesia. Salah satu penulis hebat yang narasumber kagumi adalah Budiman Hakim dan Pepih Nugraha. Anda bisa searching di google karya mereka.

Narasumber juga berguru kepada semua orang. Kita semua adalah guru. Kita harus belajar menjadi guru untuk diri sendiri dan berkumpul dengan orang-orang yang Sholeh dan sholekhah.

 P2

Endang dari Depok ;malam ini saya dapat ide dan ilmu dari 2 sumber panca indera kita mata dan telinga, Allah selalu menciptakan banyak manfaatnya. malam ini saya dapatkan itu. pertanyaannya: bagaimana kita bisa komitmen akan menulis bukan karena menunggu kelas online namun dihari-hari biasa? mengapa setiap momen ingin menulis ada aja kendala untuk mengatakan nanti, disimpan dulu? akhirnya berlalu

 JP2

Berbuat baik jangan dinanti nanti karena takutnya akan mati. Jangan diengke engke takutnya jadi bangle. Jangan dientar entar takutnya lekas modar.

Mulailah menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Kita akan merasa haus dan lapar ketika tidak membaca dan menulis.

Pekerjaan baik sebaiknya jangan ditunda karena kita cepat melupa. Tuliskan apa yang sedang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang sdh kamu lakukan

P3

Assalamualaik Om Jay bagaimana cara menulis buku pelajaran misalnya mapel Bhs Indonesia

Untuk SMA

JP3

Cara saya menulis adalah dengan berkolaborasi dengan teman sejawat. Dengan menulis bersama banyak masukan datang dan banyak ilmu saling melengkapi. Kalau kita merasa sudah sanggup sendiri, menulis buku pelajaran itu asyik. Tapi saat ini, menulis buku ajar dengan kawan lain menjadi sesuatu yang bisa saling melengkapi. Itulah pengalaman saya membuat dan menerbitkan buku ajar di penerbit Andi Yogyakarta

 P4

Nama : Omma Babys

Asal: NTT

Pertanyaan :

1. Motivasi apa yg membuat OmJay mengembangkan kelas menulis ygsdh smp gel.20?

2. Apa yg menjadi impian OmJay ke depannya utk perkembangan dunia literasi?trm ksh OmJay.

 JP4

OmJay hampir mati karena virus Corona. Beliau sudah berjanji kepada Allah SWT, bila diberi waktu maka akan habiskan sisa usia untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Dibayar atau tdk dibayar beliau akan terus berlayar sampai ke tujuan. Alhamdulillah berkat tim yang solid kegiatan ini bisa berjalan lancar sampai gelombang 19 dan 20

Impian narasumber adalah semakin banyak guru yang membuka kelas menulis. Baik untuk sesama guru maupun untuk murid-murid yang diajarkan oleh guru.

Narasumber bermimpi ada sejuta guru punya blog dan mengelola blog dengan baik sebagai media pembelajaran

 P5

Saya Yenmarlinda dari Padang. Saya kesulitan dlm membagi waktu....

 Saya mau menanyakan cara om Jay membagi waktu untuk bisa menulis setiap hari

 JP5

Ini pertanyaan yang terus berulang dan banyak ditanyakan orang. Kuncinya ada pada diri sendiri. Kita harus membagikan waktu dalam 3 dunia. Ada dunia mimpi, ada dunia nyata dan ada dunia Maya. Kita harus bagi secara merata sehingga sisa hidup kita bermanfaat buat orang banyak. Tetap rendah hati dan tidak sombong. Sebab Allah benci dengan orang yang sombong dan membanggakan diri.

Bacalah surat Al ashr atau demi waktu. Di sanalah kita akan mulai membagi waktu dengan baik.

P6

Ms Phia

Pertanyaan :

Om Jay, apa do'a yang paling mujarab untuk menghilangkan Writers block yang selalu Om Jay amalkan. ?

Amazing to have you without WB all the time.

 JP6

Doa saya hanya satu kepada Allah. Lancarkan urusan semua orang. Insya Allah kita akan dilancarkan. Permudah urusan orang lain maka kita akan dimudahkan. Saya juga mengalami writer block. Tapi saya lakukan dengan banyak jalan jalan keliling rumah dan berkebun. Saya juga rajin blog walking untuk membaca tulisan orang lain. Di atas langit ada langit. Jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih. Kalau malas menulis biasanya saya perbanyak membaca. ibarat teko air. Teko akan ada airnya kalau diisi. Begitu juga dgn seorang penulis.

 P7

Pertanyaan:

Nama           : Ali Mustofa

Alamat         :  Sragen

Gelombang : 19

Bagaimana menyambungkan munculnya  ide-ide yang terputus atau terpenggal satu dengan yang lain menjadi satu kesatuan ide yang besar.

 JP7

Penulis itu penjual kata. Permainan kata dimulai ketika orang banyak membaca. Perbendaharaan kata akan terus bertambah dalam memori otak kita. Itulah mengapa ide-ide yg terputus selalu bisa tersambung kan. Ibarat dokter yang menyembuhkan pasien. Dokter akan tahu obatnya setelah tahu penyakitnya. Begitu juga dengan penulis sebagai penjual kata. Akan selalu ada jalan menemukan kata yang saling sambung menyambung seperti kereta api yang siap mengantar penumpang sampai tujuannya.

P8

Saya Deni Darmawan. Saya sering menulis artikel, tapi saya jarang menemui mentor seperti omjay. Jujur, saya banyak mengambil pelajaran dari OmJay. Bagaimana ketika omjay sudah menjadi penulis blog terkenal tetap  humble dan down to earth?

JP8

Satu hal yg sering narasumber temui. Banyak mentor berhenti belajar. Mereka merasa sudah cukup dengan ilmunya dan menjadi jumawa. Padahal IPTEK selalu berkembang dan harus diiringi dengan imtak. Supaya kita mampu menerapkan ilmu padi. Kian berisi kian merunduk.

 P9

Pertanyaan dari bu Ani

Untuk menghadirkan karya itu ada tulisan ada gambar dan ada video, bagaimana membuat video yg akan di kirim  background sudah ada, sementara laptopnya  minimal i3, di gunakan hp  apakah bisa ?

 JP9

Bisa. Narasumber membuat video dengan HP jadul. Hal yg penting semangatnya muncul. Kreativitas dan imajinasi itu muncul dari peralatan yg sangat sederhana. Gunakan teknologi yang ada.

 P10

Ya

Saya nelly dari banda aceh

Agar buku pelajaran matematika menyenangkan untuk dibaca,  apa yang harus diramu dan dikreasikan di isi bacaan buku pelajaran ini?

 JP10

Ibu Nelly yg omjay kagumi. Matematika itu pelajaran yang menyenangkan dan membahagiakan. Selalu ada cara membuat soal yg rumit menjadi mudah. Dalam teknologi pembelajaran ada ilmunya. Ibu bisa buka blog Omjay yang judulnya merencanakan pembelajaran yang menyenangkan di https://wijayalabs.com

https://wijayalabs.com/2021/07/13/membuat-dan-merencanakan-pembelajaran-online-yang-menyenangkan/

Terima kasih. Beliau lebih suka kritikan daripada pujian. Sebab pujian itu membuat kita menjadi sombong dan jumawa. Kritikan membuat kita berusaha lebih baik dari hari ke hari. Terima kasih atas apresiasinya malam ini.

P11

Nama: Agustan

Kota Palopo

Pertanyaan: Kalau hanya mendeskripsikan foto/vidio mungkin banyak penulis bisa lakukan. Tapi, menyampaikan pendapat/gagasan terkai foto/vidio itu yang sulit. Bagaimana trik Om Jay menyampaikan gagasan dgn mudah dan selalu segar?

JP11 Narasumber  biasanya membuat tulisan yang mudah dan enak dibaca. Tidak harus begini dan begitu. Hal yang penting pesannya sampai. Sebab kita menulis untuk dibaca orang lain. Ketika tulisan kita bagus dan menarik, pasti akan dibaca banyak orang tanpa diminta. Seperti hari ini, narasumber menemukan banyak kawan menulis dari sudut pandang yang berbeda. Fungsi kita sebagai mentor adalah bagaimana mengajak orang lain mau menulis dari apa yang disukai dan kuasai nya. Itulah yang saya lakukan sehingga tulisan saya selalu segar dan mudah dipahami pembaca.

Kita adalah bangsa yang besar dengan bhineka tunggal Ika yang harus dijaga. Banyak kegiatan bisa dituliskan dan banyak inspirasi bisa dibagikan. Menulislah dari hatimu, maka engkau akan bertemu pembaca setiamu.

 

Senin, 23 Agustus 2021

Teknik Promosi Buku

 Resume ke 10


Pertemuan ke              :      19
Tema                           :      Teknik Promosi Buku
Narasumber                :      Akbar Zainudin MM, MJW
Gelombang                 :      20
Moderator                   :      Sri Sugiastuti (Ibu Kanjeng)

Jari jemari ini menari-nari lagi di atas tombol laptop. Mengomentari materi malam ini dalam bentuk resume. Teknik Promosi Buku adalah salah satu judul materi yang menarik buat saya. Mudah-mudahan saya juga dapat seperti teman-teman guru hebat, yang lebih dulu menapaki dunia tulis-menulis serta sudah menerbitkan beberapa karya tulis dalam bentuk Buku. Atas dasar tersebut tidak ada salahnya jika ingin lebih dekat dengan narasumber Bapak Akbar Zainudin MM, MJW. Materi beliau akan dipandu oleh Ibu Sri Sugiastuti (Ibu Kanjeng).


Bapak  Ibu hebat, kembali malam ini moderator (Ibu Kanjeng) menemani narasumber hebat Bapak Akbar Zainudin MM, MJW yang akan berbagi ilmu menulis sekaligus mengajak bapak dan ibu menjadi penulis yg andal.

PERKENALAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, narasumber mngucapkan salam pembuka kepada para peserta yang hebat dan luar biasa, Narasumber juga mengucapkan terima kasih kepada Om Jay dan panitia yang sudah berkenan mengundang beliau untuk belajar bersama Bapak Ibu tentang straregi promosi buku. Terima kasih juga untuk Moderator yang luar biasa.

Buku narasumber tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Ini buku panduan menulis dari A sampai Z. Saya sarankan Bapak Ibu untuk memiliki buku ini, karena ada 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI.


Untuk lebih jelasnya profil narasumber Bapak Akbar Zainudin MM, MJW sebagaimana terlihat pada info di atas yang diposting Om Jay sebelum memasuki sesi malam ini. 

STRATEGI PEMASARAN BUKU
Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi). Perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita, strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua.

Mari kita bahas satu persatu.

STRATEGI PRODUK.
Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dan Apa kebutuhan mereka terhadap buku kita.

STRATEGI HARGA.
Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa) jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, wo…

STRATEGI PROMOSI
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.

Pertama, Launching buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan dan membiayai launching buku, Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.

Kedua, Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.

Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

Ketiga, melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau narasumber bukunya motivasi dan menulis. Maka narasumber secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.

Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.

Narasumber sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Narasumber share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup.

Sesekali seminar melalui Zoom.

Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Narasumber juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.

Keenam, jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya) ini akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada.

Ketujuh, memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.

Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

(Penjelasan Narasumber lewat Voice note)
“Wah penjelasannya luar biasa  dan memacu kita semakin bersemangat menjadi penulis yang produktif dan bisa memasarkan buku dengan sukses” ucap moderator setelah mendengar penjelasan voice note pertama narasumber.

Dari 10 pertanyaan yang masuk ke moderator Ibu Kanjeng serta ditindaklanjuti ke narasumber. Jawaban narasumber Bapak Akbar Zainudin MM, MJW dari 10 pertanyaan tersebut terangkum pada catatan penutup beliau berikut ini :

Sebagai catatan penutup,
Narasumber melakukan 7 strategi pemasaran buku di atas. Jadi, bukan hanya teori, tetapi semuanya sudah dilakukan. Lalu kalau ditanya mana yang paling mengena, setiap program kita mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda.

Update status di IG, FB, dan YouTube biasanya akan lebih banyak membuat orang tahu. Nah, transaksi terjadi di WA. Jadi, cara kita menjawab di WA juga sangat berpengaruh 

Yang juga penjualannya banyak adalah saat kita mengadakan acara, baik online maupun offline. Sehabis seminar, biasanya orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan, lalu membeli buku kita.

Jadi, sebelum seminar narasumber selalu pikirkan program apa yang narasumber buat khusus buat seminar yang akan narasumber selenggarakan. Seperti malam ini, ada program untuk DIKLAT MENULIS, ada juga program untuk MENTORING menulis buku.

Kalau bagi narasumber, kita lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tidak perlu malu, tidak perlu berkecil hati, terus disabari, karena suatu saat pasti akan berhasil.

Tugas kita bekerja, biarlah hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tugas kita adalah membuat program sebanyak-banyaknya, melakukan promosi sebanyak-banyaknya, hasilnya biarlah menjadi wewenang Gusti Allah.

Kalau sudah begitu, kita mengerjakan apa saja dengan enak hati. Kalau ada yang menolak membeli buku kita, kita tidak sakit hati. Sudah capek ngomong, tidak ada yang beli, biasa saja. Hidup ini terus berjalan, dan kita lakoni dengan penuh semangat positif. 

Yang penting jangan pernah berhenti berusaha. Kalau sudah berhenti berusaha, sudah pasti akan gagal. Kerja keras memang tidak menjamin kesuksesan, namun orang-orang yang sukses adalah orang-orang bekerja keras.

Bapak Ibu yang hebat,

Mulai malam ini, rasanya sudah saatnya berhenti kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak bisa. Kita bisa kalau kita yakin bahwa kita bisa. Kita mampu kalau kita yakin bahwa kita mampu.

Berani saja mulai menulis. Keberanian memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi percayalah hanya orang-orang berani yang akan sukses.

Menulis itu tentang keterampilan. Semakin rajin dilatih, semakin hebat tulisan kita. Berhenti ikut banyak seminar dan pelatihan kalau tidak pernah latihan. Buat apa?

Buat target, bikin rencana, jalankan, dan evaluasi. Buat rencana baru lagi, targetkan, evaluasi lagi. Begitu seterusnya. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi, lagi dan lagi. Sampai kapan? Sampai berhasil.

Demikian, terima kasih banyak untuk diskusi hebat malam.

Yang belum subscribe YouTube Channel narasumber, silakan SUBSCRIBE.
Yang belum beli bukunya, silakan beli.
Yang belum ikut program diklat dan mentoringnya, silakan ikut.

Semoga bermanfaat, mohon maaf sebesar-besarnya.
Sampai ketemu lagi di lain kesempatan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

YouTube: Akbar Zainudin
IG: @akbarzainudin
Twitter: @akbarzainudin
FB: AkbarZainudinMJW
WA: 0857-1195-6118



Sabtu, 21 Agustus 2021

Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis

 Resume ke 9

Pertemuan ke              :      18
Tema                           :      Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Narasumber                :      Yulius Roma Patandean, S.Pd
Gelombang                 :      20
Moderator                   :      Sri Sugiastuti (Ibu Kanjeng)

Hari itu setelah Shalat Jum'at saya dan putra ke 3 menuju ke kota Palu. Perjalanan kami dari Kabupaten Tolitoli ke Palu ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, jaraknya sekitar 400 km. Untuk menuju ke kota Palu dari Tolitoli dapat menempuh dua jalur, Pantai Timur dan Pantai Barat. Kondisi jalan yang dilalui dibeberapa tempat ada yang cukup ekstrem. Kami pada hari itu melewati jalur Pantai Timur.

Dari Kabupaten Tolitoli jalur yang dilalui yang kami anggap ekstrem adalah Gunung Pangi, Pasir Putih (Gunung Tinombala) serta Kebun Kopi. Di Gunung Tinombala inilah pernah terjadi peristiwa tragis beberapa puluh tahun yang lalu. Kejadiannya adalah jatuhnya pesawat Merpati yang menewaskan beberapa orang penumpangnya. Termasuk kami pada hari itu dapat ujian dari Allah SWT yakni terhalang longsoran yang diakibatkan karena hujan turun begitu deras beberapa jam lamanya.

Pada saat itu saya berinisiatif kepada putra ke 3, agar kita berbalik memutar arah ke jalur Pantai Barat. Selanjutnya kendaraan yang kami tumpangi memutar arah dan setelah mendaki beberapa ratus meter, kami bertemu pengendara sepeda motor, mereka menyampaikan bahwa beberapa ratus meter ke atas ada pohon besar yang tumbang rebahannya melintang memotong jalan. Terpaksa kami memutar balik lagi kendaraan menuju penurunan dekat longsoran yang jarak sekitar 3 km dari tanah datar yakni Mensung yang sudah termasuk wilayah Pantai Timur.

Kami tiba di dekat longsoran sekitar pukul 14.00 siang, nanti pada pukul 17.20 baru bisa tembus. Hal ini bisa terjadi karena adanya bantuan gotong royong dari masyarakat sekitar yang dipimpin langsung oleh kepala desanya. Biasanya kalau kami berangkat dari Tolitoli pukul 05.00 maka kami tiba di Palu sekitar pukul 16.00 tetapi karena kondisi jalan yang tidak seperti biasanya, kami tiba di Palu pada pukul 24.00.

Dimana pada malam itu saya dan putra ke 3 tiba di Palu masih sempat membuka WA Belajarmenulis asuhan Bapak kita Omjay. Saya sempatkan untuk mengisi daftar hadir, karena bagi saya "Tidak ada kata terlambat, apa lagi dalam menuntut ilmu". Rasa capek boleh saja dirasakan badan ini tetapi semangat menulis yang mengalahkannya. Materi pada malam itu adalah  Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis yang diasjikan oleh narasumber Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd Beliau berasal dari Tator (Tanah Toraja) yang terkenal Kebudayaannya di Manca Negara  yaitu upacara Kematian.

Moderator Ibu Sri Sugiastuti dengan sebutan Ibu Kanjeng yang sudah akrab di telinga para penulis-penulis hebat.  Seperti biasanya moderator  membuka dengan salam nasional serta menyapa para sahabat-sahabat hebat sekaligus memperkenalkan secara singkat profil narasumber. Untuk perkenalan diri narasumber, bisa menyimak di link dibawah ini serta mempersilahkan narasumber yang disingkat dengan nama Bang Roma untuk memulai menyajikan materinya pada malam itu.

https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html

Narasumber yakin bahwa bapak/ibu para sahabat penulis telah menyiapkan rancangan bangunan bukunya setelah beberapa pertemuan. Baik berupa rancangan naskah resume materi maupun rancangan naskah buku solo. Oleh karenanya, malam ini narasumber akan berbagi pengalaman dalam Menyusun Buku Secara Sistematis sesuai yang narasumber lakukan selama ini.

Sebelum menyusun naskahnya untuk diterbitkan, narasumber menitip pesan:

Yakinlah dengan kualitas naskah buku yang telah disiapkan. Bagaimana pun sederhananya naskah tulisan kita, ia akan memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya. Hindari rasa minder, bahwa naskahnya tidak baik. Pegang prinsip, naskah buku yang ada sangat baik untuk diterbitkan. Dengan demikian, akan ada rasa percaya diri dan kepuasan dalam melakukan pengeditan dan penyusunan naskah buku yang sistematis.

Selanjutnya, narasumber akan berbagi tutorial cara Menyusun Buku Secara Sistematis versi Yulius Roma Patandean.

https://youtu.be/jXPr59aWJSc  (Video Cara membuat Bab, Sub Judul, Tulisan pada Buku Secara Otomatis)

https://youtu.be/eePQwyHAcjw (Video cara membuat daftar isi, kutipan, indeks, dan daftar pustaka Otomatis)

Nah, bagi para sahabat yang tertarik menerbitkan buku di Penerbit ANDI, sebaiknya naskah buku dibuatkan indeks. Nah. ini cara yang narasumber pakai.


https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

Langkah-langkahnya sudah narasumber bagikan, sekali lagi menurut versi Yulius Roma Patandean ya....
Agar, terbiasa dengan penyusunan naskah sistematis ini, maka narasumber menitip untuk CLBK.
Bukan Cinta Lama Bersemi Kembali
Tetapi, Coba Lakukan Biasakan dan Konsisten.

Memulai sesuatu tentunya tidak mudah. Sama halnya dalam mengumpulkan percikan-percikan naskah buku, demikian pula dalam mengedit dan menyatukan percikan naskah kita.

Biarkan saja percikannya menyebar sana-sini di laptop, ketika dinikmati penyusunannya akan menghasilkan karya yang luar biasa.

Selanjutnya moderator Ibu Kanjeng mengajak memasuki sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab ini hanya 6 orang penanya. Ada pun pertanyaan dan jawaban narasumber dapat disimak pada tulisan di bawah ini :

P1
Mau nanya
Helwiyah
Bekasi

1.     Bagaimana  cara menjaga konsistensi dalam menulis?
Maklumlah  emak emak banyak tugas domestik
2.     Apa kendala  yang bang Roma temui dalam proses menulis hingga jadi buku dan apa solusinya?

J1
Teruntuk: Helwiyah, Bekasi

1.     Bagaimana  cara menjaga konsistensi dalam menulis?

Sebagai guru, apalagi masa pandemi, pekerjaan tiada habisnya. Konsistensi narasumber pelihara dengan menyiapkan hari khusus untuk menulis, fokus di hari Minggu untuk menyatukan percikan tulisan, jika kepepet waktu untuk penyelesaian naskah , maka narasumber mengedit, menambah dan melengkapi naskah setiap malam. Sejak narasumber mengikuti pelatihan ini, jam tidur narasumber paling cepat jam 11 malam Waktu Indonesia Tengah.

2.     Apa kendala  yang bang Roma temui dalam proses menulis hingga jadi buku dan apa solusinya?

Kendala utama adalah *Manajemen Waktu. Solusinya adalah memisahkan waktu antara bekerja, kegiatan masyarakat dan kuliah. Jangan pernah menunda untuk menuliskan ide untuk naskah buku jika sudah muncul di pikiran. Minimal simpan di handphone.

P2 
Pak Roma ijin bertanya : Saya Dail dari Serang.  Makin kenal makin kagum pada bapak. Pertanyaan Saya : Mengapa setelah menjadi penulis hebat, bapak juga menjadi pembuat channel YouTube ?  Petanyaan 2 : Mana yang akan bapak pilih jika harus milih 1 saja, dan apa alasannya?
1.    Keduanya masih narasumber jalankan sampai sekarang. Oya satu prinsip yang narasumber pegang adalah Jangan menulis karena kebutuhan naik pangkat (bagi guru PNS), jika ini dipegang tentu motivasi dan niat menulisnya kurang power. Terkait Channel YouTube, sebenarnya YouTube narasumber buat untuk melayani siswa-siswa narasumber belajar secara tunda selama program belajar dari rumah. Dan kondisi ini masih berlangsung sampai sekarang. Hampir semua tatap muka pembelajaran narasumber, tersimpan di YouTube sejak tahun lalu hingga hari ini. Narasumber tidak peduli berapa subscribernya dan viewernya, niat saya hanya menyediakan sarana belajar untuk siswa yang narasumber ajar sebagai respon atas permintaan mereka, bahwa selama PJJ mereka butuh penjelasan gurunya. Mungkin YouTube kasihan sama narasumber sehingga diberi label monetisasi.
2. Jujur keduanya tidak akan saya lepaskan. Menulis buku telah mendewasakan pikiran narasumber dan YouTube sebagai sarana berbagi ke siswa narasumber. Jadi keduanya adalah satu kesatuan.

P3
Ms.Phia
Kota Sukabumi
Question

1.     Dalam menulis latar belakang sebuah buku, apakah lazim jika diawali dengan kalimat tanya (pertanyaan retorikal)?
2.     Apakah ada ketentuan/ minimal jumlah bab dalam menulis  sebuah buku.

P3

To: Ms.Phia, Kota Sukabumi
1.     Why not? Tentu bisa. Justru ini bisa menggelitik pembaca. Bagi narasumber, itu adalah sebuah kekhasan dan karakteristik seorang penulis. Menawarkan sebuah hal yang baru tentunya memuaskan pembaca.
2.    Untuk menulis buku non fiksi, saran saya minimal 5 BAB. Seperti yang kita ketahui standar penerbitan buku adalah 40 halaman versi UNESCO, kertas A5, ukuran font 12, Times New Roman. 5 BAB dengan masing-masing 20 halaman isi akan menghasilkan satu buku dengan ketebalan isi 100 lembar. Dan sebaiknya buku tidak terlalu tipis agar ikut juga memuaskan penerbit. Ibu Kanjeng, pak Mukminin dan pak Brian tahu banyak masalah ini

P4
Nama: Agustan
Asal: Kota Palopo
Pertanyaan: Selain menulis kelengkapan buku secara sistematis, apa keuntungan lain dari menyusun naskah buku secara otomatis tersebut.
Kalau melihat dari kecepatan membuatnya, apakah secar manual tdk kalah cepat?

P4
To: Agustan, Asal: Kota Palopo
Halo pak Agustan, tetangga daerah. 😁
Sebenarnya tergantung kebiasaan menulis saja. Namun, dari pengalaman pribadi, dengan membuat otomatis, jauh menghemat waktu, terutama jika memindahkan bagian naskah dari satu bab ke bab lainnya.
Membuat otomatis juga sebenarnya turut membantu bagian penerbit, karena naskah kita rapi mulai dari lembaran pertama hingga bagian Sinopsis.

P5

Pertanyaan:
Nama           : Ali Mustofa
Alamat         :  Sragen
Gelombang : 19
Bagaimana cara mengatasi rasa kecewa manakala naskah yang dianggap baik ternyata ditolak, lalu apa solusi yang harus dilakukan

P5

To: Ali Mustofa, Sragen
Belajar pada pacaran....jika cinta pertama ditolak, yakinlah masih banyak peminat. Kata Seorang aktor di sinetron Dunia Terbalik, Cinta akan menemukan jalannya
Demikian halnya dengan buku. Jika satu dua penerbit mayor belum jatuh hati pada naskah, mungkin niche mereka belum ketemu dengan naskah kita. Cobalah menawarkannya ke penerbit Indie. Bagi 
narasumber tidak ada kata kecewa dalam menulis. Untuk melepaskan penat menulis, telah hadir penerbit Indie yang berkenan memberikan jejak keabadian kita di dunia literasi.
Terima kasih

P6

Amalia
Berau-Kaltim
Setelah membaca CV Pak Roma (dapat menghasilkan 5 karya buku dalam setahun)
Apa kiat khusus yang dapat ditularkan kepada kami agar dapat mengikuti jejak bapak?

P6
To: Amalia, Berau-Kaltim
Kiatnya: CLBK
Ini pertanyaan terakhir setelah dijawab. Bisa langsung closing statement.

Pertanyaan yg hanya  6 tapi berbobot dan bisa mewakili Bapak Ibu yang ikut belajar malam ini.

Itulah kiat narasumber dalam menulis. Selebihnya, miliki sebuah motivasi bahwa narasumber harus menerbitkan naskah buku melalui tetesan keringat narasumber, biarkan emosi itu tercampur dalam buku perdana yang akan diterbitkan. Pada buku perdana akan ada rasa capek, galau, pusing, kecewa dan niat untuk menyerah. Pastikan naskah buku perdana terbit. Cukup di penerbit Indie. Selanjutnya, rasakan sensasinya, bahwa Anda sudah mencatatkan nama pada keabadian (menguti pak haji Thamrin Dahlan . Terkait jumlah naskah yang narasumber terbitkan, mungkin ada hubungannya dengan masa pandemi. Kurangnya kegiatan tatap muka di kelas memberi narasumber kebiasaan baru.

P 7

To : Mangatur Panjaitan, Batam

Dari hati yang paling dalam, saya memilih non fiksi. Buku non fiksi mudah ditulis. Sumbernya tak terbatas, tanpa melalui dunia khayalan. dari aktifitas mengajar bisa dibukukan, pengalaman jalan-jalan, kuliner hingga memoar, dll.

Terkait Sinopsis, isinya adalah ringkasan buku, dan kepada siapa pembaca buku itu ditujukan, apakah masyarakat umum atau terbatas ke kalangan tertentu seperti mahasiswa, guru, dosen, dll.

Time is up. Saatnya closing statement  dan kita tutup setelah itu ya.

Jadi, menulislah dengan niat yang mulia bahwa harus ada jejak literasi yang ditinggalkan sebelum sang pencipta memanggil. Tidak ada kecewa dalam menulis, namun sesungguhnya yang ada adalah kepuasan bathin. Jangan pernah berhenti menulis. Menulislah selagi mampu. 

Selamat malam.

Salam Literasi.


DARI MANA IDE MENULIS DATANG?

  Resume ke 11   Pertemuan ke               :       20 Tema                         ...