Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Nara Sumber : Bapak Sudomo, S.Pt.
Gelombang : 19 & 20
Moderator : Aam Nurhasanah
Kembali jari jemariku menari di atas tombol keyboard, menuangkan tulisan yang muncul dari buah pemikiran serta akan melahirkan kalimat-kalimat yang bermakna sebagai upaya pengembangan diri. Malam ini materi pertemuan ke 13 namun bagi saya yang baru bergabung, materi “Kiat Menulis Cerita Fiksi” dari Narasumber Bapak Sudomo, S.Pt. merupakan pertemuan ke 4 yang akan dipandu oleh seorang Moderator yang saya anggap sudah senior di bidang tulis menulis yaitu ibu Aam Nurhasanah.
Harapan saya dari resume yang ke 4 ini, saya mengharapkan makin banyak masukan berupa tegur sapa, bimbingan dan kritikan dari teman-teman senior. Pernah saya membaca sebuah kalimat (mohon dibenarkan kalau saya keliru) “Semua manusia itu akan binasa kecuali yang berilmu, yang berilmu itupun akan buta kecuali yang mau mengamalkannya, yang mengamalkannya pun akan sia-sia kecuali yang mengamalkannya dengan penuh ikhlas”
Moderator
ibu Aam Nurhasanah mengawali pembukaan pertemuan dengan salam secara Islami
serta salam nasional sebagimana biasanya. Lanjutnya, malam ini kita akan
ditemani narasumber hebat, beliau adalah Bapak Sudomo, S.Pt. Beliau adalah
salah satu alumni jebolan gelombang 16 yang telah sukses menulis buku resume
dengan gaya cerpen atau gaya fiksi.
Ini adalah salah satu link blog hasil beliau. Silakan main sejenak ya. Kemudian moderator mempersilahkan narasumber untuk memulai materinya.
Malam ini narasumber akan berbagi sedikit pengalaman yang beliau miliki terkait menulis, khususnya menulis cerita fiksi.
Sebelumnya beliau memperkenalkan diri, bisa diunduh pada tautan Biodata Sudomo 2021.pdf. Belau adalah alumni Belajar Menulis bersama Omjay gelombang 16. Hari ini beliau mendapatkan kehormatan kembali dari Omjay yang telah mengundang beliau untuk menjadi narasumber. Sebelumnya beliau menjadi narasumber gelombang 18.
Malam ini narasumber akan memberikan materi tentang Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber bercerita sedikit tentang perjalanan menulis beliau selama ini, terutama menulis cerita fiksi. Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkan narasumber terbawa semakin dalam ke dunia menulis fiksi pada saat mengikuti kelas menulis Omjay gelombang 16.
Untuk lebih jelasnya peserta dimohon mendownload dan membacanya pada tautan Materi Pengalaman Menulis.pptk
Saat membuat tugas resume kelas menulis, beliau mencoba berbeda dari yang lain, yaitu menulis resume kelas menulis dengan teknik fiksi, ternyata seru.
Contoh resume dishare sama moderator kece, Bunda Aam.
Karya-karya fiksi beliau, baik yang solo maupun antologi di penerbit indie maupun mayor bisa Bapak/Ibu di tautan berikut, ya linktr.ee/sudomo.
Berikut ini adalah materi berbagi kita malam ini, yaitu Kiat Menulis Cerita Fiksi
Dari materi
tersebut beliau akan mengupas beberapa materi saja. Hal ini karena pada
dasarnya materi lain sudah sangat sering kita baca dan bahkan pahami.
Pertama, yaitu mengapa kita harus
menulis fiksi? Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis
fiksi. Alasan utama adalah salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi
Minimum (AKM) adalah Teks Literasi
Fiksi.
Artinya saat ini kita sebagai guru harus bisa menulis fiksi. Tujuannya agar mudah menyediakan soal latihan bagi murid kita.
Alasan berikutnya adalah dengan menulis fiksi akan bermanfaat dalam pengembangan profesi kita sebagai guru. Kumpulan cerita fiksi bisa dibukukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Novel termasuk kategori karya seni kompleks. Kumpulan cerpen bisa termasuk kategori karya seni sederhana.
Kedua, syarat menulis fiksi, yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga konsistensi menulis fiksi.
Ketiga, bentuk-bentuk cerita fiksi,
yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel.
Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita. Selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf.
Keempat, unsur-unsur pembentuk cerita
fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut
pandang. Dari sekian unsur ada premis yang mungkin baru bagi Bapak/Ibu.
Apa itu premis?
Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan,
dan resolusi.
Contoh premis: Seorang anak memiliki
kemampuan sihir bersekolah di sekolah
sihir yang harus melawan penyihir
jahat demi kedamaian bumi.
Dari contoh
jika dijabarkan adalah sebagai berikut:
tujuan tokoh: kedamaian bumi
rintangan: melawan penyihir jahat
resolusi: belajar sihir
Kelima, kiat menulis fiksi.
- Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;
- Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi
- Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai
- Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi
- Menulis, terkait membuka cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.
- Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.
Sebelum moderator
buka sesi tanya jawab, moderator bertanya terlebih dahulu
Bagaimana mengasah teknik show don't tell(Menunjukan tapi tidak memberitahu)? Agak kesulitan untuk yang newbie saat ingin menulis cerpen.
Jawab narasumber, teknik melatihnya dengan terus mencoba menulisnya. Tentu pertama harus memahami teknik show don't tell terlebih dahulu. Sebagai contoh mudah bisa mulai berlatih dari kata sifat, misalnya sedih. Dengan teknik ini kita akan membangun suasana sedih tokoh tanpa harus menuliskan kata sedih.
Contoh:
Mira sangat sedih melihat jenazah ibunya.
Kita lanjutkan pertanyaan pertama dengan kode "P1"
Wonogiri
Assalamu'alaikum bpk
pertanyaann P2:
- Bagaimana membuat cerita itu hidup dan menarik pembaca untuk membaca hingga akhir?
- Bagaimana membuat akhir dari cerita yang disukai oleh pembaca
- Membuat cerita hidup bisa dengan cara menguatkan karakter tokoh dan membangun suasana yang baik.A
- khir cerita yang baik adalah yang menjawab konflik cerita. Berlaku juga untuk akhir yang menggantung. Agar disukai pembaca bisa dibuat menggantung atau plot twist.
Mau nanya
Nama: Helwiyah
Asal:Bekasi
Pertanyaan P3
- Bagaimana aturan tanda baca pada cerita fiksi?
- Kapan harus menggunakan tanda kutip atau tidak pada dialog?
Jawaban P3
- Aturan tanda baca sama seperti pada umumnya, yaitu mengacu pada PUEBI;T
- anda kutip dialog pada kalimat tanya langsung. Dialog tanpa tanda kutip bisa pada narasi paragraf. Contoh: Saya akan ke sana, seingatku aku pernah mengatakan itu.
Alamat : NTT
Jawaban P4
Fiksimini adalah fiksi sangat singkat biasanya beberapa kata saja. Contohnya ANJING DILARANG MASUK. Politisi itu tertegun di depan pagar rumahnya.
Flash fiction adalah cerita kilat, biasanya memakai batas jumlah kata khusus, misalnya 50 kata, 100 kata, dll.
Pentigraf adalah cerpen tiga paragraf. Contoh silakan jelajahi web saya www.eigendomo.com atau bianglalakata.wordpress.com
Pertanyaan dari
peserta ada 13 yang masuk ke moderator sementara yang terjawab lewat materi on
line malam ini baru 4 sisa pertanyaan yang 9 akan dijawab lewat blog saja.
Selanjutnya narasumber menjanjikan hadiah buku karya beliau (bebas memilih
judul) bagi resume terbaik pada pertemuan malam ini.
Sempurna. Semakin kece resumenya. Semangat terus, Pak.
BalasHapusTerima kasih, Bunda
Hapus