Resume ke 10
Tema : Teknik Promosi Buku
Gelombang : 20
Moderator : Sri Sugiastuti (Ibu Kanjeng)
Jari jemari ini menari-nari lagi di atas tombol laptop. Mengomentari materi malam ini dalam bentuk resume. Teknik Promosi Buku adalah salah satu judul materi yang menarik buat saya. Mudah-mudahan saya juga dapat seperti teman-teman guru hebat, yang lebih dulu menapaki dunia tulis-menulis serta sudah menerbitkan beberapa karya tulis dalam bentuk Buku. Atas dasar tersebut tidak ada salahnya jika ingin lebih dekat dengan narasumber Bapak Akbar Zainudin MM, MJW. Materi beliau akan dipandu oleh Ibu Sri Sugiastuti (Ibu Kanjeng).
Bapak Ibu hebat, kembali malam ini moderator (Ibu Kanjeng) menemani narasumber hebat Bapak Akbar Zainudin MM, MJW yang akan berbagi ilmu menulis sekaligus mengajak bapak dan ibu menjadi penulis yg andal.
PERKENALAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, narasumber mngucapkan salam pembuka kepada para peserta yang hebat dan luar biasa, Narasumber juga mengucapkan terima kasih kepada Om Jay dan panitia yang sudah berkenan mengundang beliau untuk belajar bersama Bapak Ibu tentang straregi promosi buku. Terima kasih juga untuk Moderator yang luar biasa.
Buku narasumber tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Ini buku panduan menulis dari A sampai Z. Saya sarankan Bapak Ibu untuk memiliki buku ini, karena ada 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI.
Untuk lebih jelasnya profil narasumber Bapak Akbar Zainudin MM, MJW sebagaimana terlihat pada info di atas yang diposting Om Jay sebelum memasuki sesi malam ini.
Strategi pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P, yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution (Distribusi), dan Promotion (Promosi). Perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis adalah menentukan target audiens atau pembaca kita, strategi untuk anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk orang tua.
Mari kita bahas satu persatu.
Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target pembaca kita dan Apa kebutuhan mereka terhadap buku kita.
Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit. Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih mahal dibandingkan buku biasa) jika mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, wo…
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan.
Pertama, Launching buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan dan membiayai launching buku, Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia.
Kedua, Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita.
Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.
Ketiga, melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau narasumber bukunya motivasi dan menulis. Maka narasumber secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.
Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.
Keempat, membangun komunitas. Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa.
Narasumber sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Narasumber share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya saya bentuk di WA Grup.
Sesekali seminar melalui Zoom.
Kelima, membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.
Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Narasumber juga sedang membangun jaringan reseller ini. Belum banyak, baru sekitar 100an orang. InsyaAllah akan terus bertambah.
Keenam, jualan di marketplace. Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya) ini akan meluaskan promosi dan distribusi kita. Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada.
Ketujuh, memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.
Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.
Jadi, pada dasarnya
kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan
utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan
pilihan dalam mengambil keputusan.
Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.
“Wah penjelasannya luar biasa dan memacu kita semakin bersemangat menjadi penulis yang produktif dan bisa memasarkan buku dengan sukses” ucap moderator setelah mendengar penjelasan voice note pertama narasumber.
Dari 10 pertanyaan yang masuk ke moderator Ibu Kanjeng serta ditindaklanjuti ke narasumber. Jawaban narasumber Bapak Akbar Zainudin MM, MJW dari 10 pertanyaan tersebut terangkum pada catatan penutup beliau berikut ini :
Narasumber melakukan 7 strategi pemasaran buku di atas. Jadi, bukan hanya teori, tetapi semuanya sudah dilakukan. Lalu kalau ditanya mana yang paling mengena, setiap program kita mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda.
Update status di IG, FB, dan YouTube biasanya akan lebih banyak membuat orang tahu. Nah, transaksi terjadi di WA. Jadi, cara kita menjawab di WA juga sangat berpengaruh
Yang juga penjualannya banyak adalah saat kita mengadakan acara, baik online maupun offline. Sehabis seminar, biasanya orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan, lalu membeli buku kita.
Jadi, sebelum seminar narasumber selalu pikirkan program apa yang narasumber buat khusus buat seminar yang akan narasumber selenggarakan. Seperti malam ini, ada program untuk DIKLAT MENULIS, ada juga program untuk MENTORING menulis buku.
Kalau bagi narasumber, kita lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tidak perlu malu, tidak perlu berkecil hati, terus disabari, karena suatu saat pasti akan berhasil.
Tugas kita bekerja, biarlah hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tugas kita adalah membuat program sebanyak-banyaknya, melakukan promosi sebanyak-banyaknya, hasilnya biarlah menjadi wewenang Gusti Allah.
Kalau sudah begitu, kita mengerjakan apa saja dengan enak hati. Kalau ada yang menolak membeli buku kita, kita tidak sakit hati. Sudah capek ngomong, tidak ada yang beli, biasa saja. Hidup ini terus berjalan, dan kita lakoni dengan penuh semangat positif.
Yang penting jangan pernah berhenti berusaha. Kalau sudah berhenti berusaha, sudah pasti akan gagal. Kerja keras memang tidak menjamin kesuksesan, namun orang-orang yang sukses adalah orang-orang bekerja keras.
Bapak Ibu yang hebat,
Mulai malam ini, rasanya sudah saatnya berhenti kita menganggap diri kita tidak mampu, tidak bisa. Kita bisa kalau kita yakin bahwa kita bisa. Kita mampu kalau kita yakin bahwa kita mampu.
Berani saja mulai menulis. Keberanian memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi percayalah hanya orang-orang berani yang akan sukses.
Menulis itu tentang keterampilan. Semakin rajin dilatih, semakin hebat tulisan kita. Berhenti ikut banyak seminar dan pelatihan kalau tidak pernah latihan. Buat apa?
Buat target, bikin rencana, jalankan, dan evaluasi. Buat rencana baru lagi, targetkan, evaluasi lagi. Begitu seterusnya. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi, lagi dan lagi. Sampai kapan? Sampai berhasil.
Demikian, terima kasih banyak untuk diskusi hebat malam.
Yang belum beli bukunya, silakan beli.
Yang belum ikut program diklat dan mentoringnya, silakan ikut.
Sampai ketemu lagi di lain kesempatan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
IG: @akbarzainudin
Twitter: @akbarzainudin
FB: AkbarZainudinMJW
WA: 0857-1195-6118


Alhamdulillah, dengan tulisan ini semoga menginspirasi, dan buku yang terbit di lancarkan pemasarannya
BalasHapusAmin, mohon senantiasa Do'a dan Bimbingannya. Resume ini baru resume ke 10 saya masih tertinggal 10 resume lagi. Terima kasih
BalasHapusKeren
BalasHapusTerima kasih, pak
HapusSemakin indah untaian kata tertata. Semakin lengkap juga isinya. Semoga mahkota penulis segera ditebitkan, selanjutnya laris manis terjual dengan strategi pemasaran dari Narasumber yang direalisasikan. Semangat!
BalasHapusTerima kasih atas segala atensi dan motivasinya, Bunda. Salam sukses
BalasHapus