Resume ke 7
Pertemuan ke : 16
Tema : Menulis
Kelengkapan Naskah
Narasumber : Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD
Gelombang : 20
Moderator : Aam Nurhasanah
Materi malam ini merupakan materi yang ke 7
selama saya menjadi anggota di WA grup belajar menulis. Malam ini bertepatan
dengan malam yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Dimana keesokan
harinya merupakan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 76, 17 Agustus 2021.
Seluruh rakyat Indonesia akan merayakan dengan suka cita dengan berbagai
kegiatan, baik itu kegiatan olahraga maupun kegiatan seni. Namun 2 tahun
terakhir, hal semacam ini sudah berkurang dikarenakan situasi pandemi Copid-19
yang melanda seluruh dunia.
Namun demikian saya percaya, hikmah peringatan kemerdekaan tidak berkurang. Karena sudah terpatri di hati dan dalam jiwa seluruh rakyat Indonesia. Apa lagi orang-orang tua kita yang ikut langsung dalam perjuangan mempertahankan serta memperebutkan kemerdekaan dari para penjajah yang ingin mencoba menguasai tanah air kita tercinta, Indonesia. Mari, dengan kepalan tangan kita berteriak dengan semangat, Merdeka!
Materi kali ini Menulis Kelengkapan Naskah dengan narasumer Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd seorang penulis jebolan gelombang ke 4, serta akan dipandu oleh seorang Blogger hebat sebagai moderator yakni Ibu Aam Nurhasanah.
Seperti biasanya moderator membuka kegiatan dengan salam pembuka, terkadang diikuti sedikit pujian bagi narasumber. Ini semua dilakukan agar kegiatan berlangsung secara meriah, bersemangat dan hidup. Seperti halnya para MC jika memandu suatu acara tentu berbagai trik akan dilakukan sehingga suasana kelihatan hidup dan bersemangat. Selanjutnya moderator mempersilahkan Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd.SD selaku narasumber untuk menyampaikan materinya.
Narasumber juga membalas pujian moderator secara singkat. Lalu narasumber menceritakan sedikit perjalanan karir beliau. Tere Liye! Siapa yang tidak pernah mendengar tentang penulis novel laris yang satu ini ? Narasumber yakin sahabat bukan hanya pernah mendengar tentang penulis buku, namun pasti sudah juga membaca novel - novelnya. Narasumber juga sudah membaca novel Tere Liye yang berjudul Pulang, Hujan, Sepotong Hati yang Baru, dst. Ya, beliau memang mengagumi karya - karya Tere Liye yang fantastis. Boleh dikatakan ngefans sama Tere Liye.
Tapi di sini beiau tidak akan menceritakan lebih banyak tentang Tere
Liye. Melainkan tentang Tere Tanpa Liye, yaitu dirinya sendiri. Karena sudah
banyak orang yang salah sasaran dan menduga jika beliau adalah Tere Liye, sang
penulis novel itu.
Baiklah, untuk lebih mengenal tentang Tere Bukan Liye ini, kita mulai dengan perkenalan singkat. Nama beliau adalah Theresia Sri Rahayu, dilahirkan di Kuningan, 13 September 1984. Teman - teman dekatnya sebelumnya memanggil beliau dengan nama "Sri", namun ketika tahun 2011, beliau mengikuti pra jabatan CPNS, teman - teman se angkatan memanggil beliau dengan sebutan "Tere” melekat sampai mutasi ke Pulau Sumba, NTT.
Dalam perjalanan waktu, beliau pun terbiasa dengan penggilan itu. Sampai pada tahun 2019 yang lalu, ketika mengikuti Short Course 1000 guru ke luar negeri, beliau mendapat tambahan sebutan menjadi Cikgu Tere. Karena saat itu beliau melaksanakan praktek mengajar di salah satu Sekolah Dasar yang berlokasi di George Town, Penang - Malaysia.
Terkait dengan berbagi inspirasi dan motivasi ini, beliau sendiri sudah membingkainya menjadi sebuah buku yang berjudul "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku tersebut menceritakan tentang arti seorang guru yang hebat dan inspiratif, di antaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu, ada juga kisah - kisah menarik yang dialami oleh Cikgu Tere sepanjang tahun 2019 dari perjalanan demi perjalanan yang dilakukan.
Ini adalah buku solo beliau yang terbit mulai tahun 2020. Buku ke empat dengan judul Belajar Dalam Mengajar terbit tahun 2021 setelah menyelesaikan tantangan menulis di blog setiap hari bersama YPTD.
Selain itu ada beberapa buku antologi yang beliau tulis. Namun beliau tidak menyimpannya. Karena biasanya buku antologi beliau menjadi pemenang di beberapa kegiatan menulis bareng.
Bapak/Ibu, tentunya kita berharap bhw sebentar lagi kita akan mendapatkan mahkota sebagai penulis, yaitu buku. Karena itu, malam ini beliau akan mencoba berbagi tentang kelengkapan naskah untuk menjadi sebuah buku.
Jadi ceritanya, sambil belajar canva dan memanfaatkan akun
belajar. id dari Kemdikbud.
Jika kita ingin menulis buku, kemudian bukunya ingin diterbitkan dan dicetak oleh penerbit, maka kita harus melengkapi naskah buku kita dengan beberapa kelengkapan ini. Bagian - bagian lain dari kelengkapan buku. Seperti cover, daftar pustaka, dll.
Tapi pada malam hari ini, kita akan fokus pada empat bagian kelengkapan naskah di atas.
Bagian pertama adalah Prakata.
Berdasarkan
pengalaman beliau sebagai penulis pemula pernah mengalami kebingungan antara
Prakata dan Kata Pengantar.
Ayo,
simak perbedaannya ya:
Om
Jay juga menulis kata pengantar di buku beliau, di buku Bu Aam dan banyak
sekali buku lainnya.
Nanti
juga Bpk/Ibu pasti akan segera mendapatkan kata pengantar dari Om Jay di buku
yg akan Bpk/Ibu terbitkan. Sabar dan
semangat ya.
Ini adalah bagian kelengkapan naskah buku yang kedua, yaitu Daftar Isi.
Narasumber punya pengalaman menarik saat menulis buku dalam waktu satu minggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit. Saat itu Prof. Eko memberikan challenge dalam kegiatan menulis seperti ini dan beliau tertarik untuk mengikutinya. Akhirnya, setelah kelas belajar melalui WA selesai, beliau langsung buat Outline buku tersebut dan kirimkan ke Prof. Eko keesokan harinya.
Saat itu, beliau hanya membuat 3 Bab yang diperkirakan hampir 60 halaman. Judul bukunya adalah Belajar Semudah Klik. Karena targetnya satu minggu. Narasumber merasa dikejar - kejar waktu. Tapi untungnya dengan adanya outline ini, beliau tetap fokus pada inti setiap bab. Bahkan ketika ada waktu di mana beliau harus benar - benar istirahat dulu. Jadi outline ini sangat membantu beliau. Tidak ada istilah mental blocking. Dan akhirnya Prof. Eko meminta beliau untuk menambah jumlah Bab dan halaman.
Ini adalah cara untuk membuat daftar isi
otomatis di microsoft word.
Bapak/Ibu
sudah tidak asing dengan microsoft word.
Bahkan mungkin sudah bisa membuat daftar isi seperti ini. Namun bagi
Bapak/Ibu yg belum mengetahui caranya,
bisa diexplore lagi, menu dan tab
di microsoft word nya. Jadi sebenarnya kuncinya ada di Heading 1 dan Heading 2.
Di bagian akhir ada caption Sinopsis berbeda dengan Blurb.
Beliau
ingat ketika buku yang berjudul Belajar
Semudah Klik sedang proses review oleh Penerbit Andi. Karena kita tahu
bersama bahwa Penerbit Andi adalah penerbit mayor. Proses seleksi sangat ketat. Dan saat
itu, beliau mengirimkan sinopsis buku
tersebut. Berulang kali saya mencari referensi dan membaca ulang sinopsis yang
beliau buat. Apalagi karena beliau dan teman - teman penulis diminta untuk
mempresentasikan isi buku kami di depan Prof. Eko. Aduh,
rasanya seperti sidang tesis.
Sinopsis menceritakan keseluruhan isi buku secara ringkas. Sedangkan Blurb hanya menuliskan bagian - bagian menarik dari sebuah buku. Penanda utama blurb adalah pertanyaan yang mengundang rasa ingin tahu pembaca
Berikut
ini adalah contoh blurb. Mari kita amati bersama
Ini adalah bagian terakhir dari kelengkapan naskah buku, yaitu profil penulis.
Hal penting yang harus diperhatikan adalah profil penulis merupakan pendukung isi buku yang kita tulis. Maksudnya jika kita menulis tentang tips menulis di blog, minimal kita sudah mempunyai kompetensi di bidang itu. Mungkin kita bisa menuliskan penghargaan sebagai blogger, dll.
Juga harus relevan. Misalnya kita menulis tentang pendidikan, tapi kita berlatar belakang non pendidikan, maka itu tidak relevan. Sehingga dapat menurunkan kepercayaan pembaca buku kita.
Dan hal penting lainnya adalah menuliskan nomor kontak penulis yang dapat dihubungi. Terutama adalah jika pihak penerbit ingin melakukan editing dan perlu menghubungi kita. Selain itu bisa juga menjalin komunikasi dengan para pembaca buku kita. Misalnya ketika kita menulis buku tentang Aplikasi Pembelajaran, bisa saja kita dihubungi oleh pembaca yang ingin mengundang kita sebagai narasumber pelatihan terkait topik tersebut.
Sebelum
membuka sesi tanya jawab dari peserta, moderator Aam bertanya terlebih dahulu
Bagaimana menumbuhkan rasa kepercayaan diri dalam menulis, sehingga para peserta bisa mengikuti challenge menulis satu minggu? Langkah apa yang ditempuh agar naskah peserta bisa tembus ke penerbit mayor PT Andi? Bagaimana mencari sumber referensinya? Hal ini saya tanyakan karena Prof. Ekoji mengadakan hal serupa di gelombang 19 dan 20 saat pertemuan minggu lalu.
Jawaban narasumber : Pertama, cara menumbuhkan kepercayaan diri dalam menulis untuk mengikuti challenge tersebut, menurut pengalaman beliau adalah terus menulis Om Jay sering mengatakan menulislah setiap hari dan kita akan mendapatkan keajaiban. Nah, salah satu keajaibannya adalah kita semakin banyak jam terbang. Lebih mudah menuangkan ide menjadi tulisan, kemudian kita juga jadi terbiasa menulis dan muncullah rasa percaya diri itu.
Kemudian jawaban yang kedua, langkah yang ditempuh agar naskah peserta bisa tembus ke penerbit mayor seperti Penerbit Andi. beliau akan menjawab sesuai pengalaman. Kalau secara teknisnya Penerbit Andi pasti sudah menyampaikan juga.
Langkah yang pasti adalah dengan mempelajari gaya selingkung dari Penerbit Andi. Buka websitenya dan lihat topik - topik apa yang mereka terbitkan. Kemudian, belajar menggunakan trending topic dan lihat pemasarannya. Misalnya sekarang sedang masa pandemi, apa yang sangat dicari oleh para pembaca. Hal - hal ini yang menjadi pertimbangan Penerbit Mayor untuk meloloskan naskah kita.
Dan, ada satu lagi, komunikasi dengan Prof. Eko melalui challengenya. Kenapa? Karena beliau adalah penulis hebat dan terkenal. Ketika kita dapat berkolaborasi bersama beliau, maka kecenderungan naskah kita akan diterima oleh Penerbit Andi. Karena beliau mempunyai kredibilitas tinggi. Yang terakhir, terkait referensi, tentunya kita bersumber pada Channel Youtube Prof. Eko, kemudian mengembangkan referensi pada jurnal serta buku yang relevan dengan topik kita. Kita bisa gunakan google cendekia atau google scholar juga untuk mencari referensi.
Lanjut
ke pertanyaan para peserta
P1
Syafrudin
Tolitoli
Apakah saat kita mengirimkan naskah buku dan kelengkapan naskah buku tersebut ada yang kurang, apakah naskah bisa diterima penerbit atau malah dikembalikan?
JP1 Biasanya penerbit akan menginformasikan kepada penulis, kelengkapan naskah apa saja yang perlu dikirimkan. Sehingga sebaiknya kita sebagai penulis memastikan dulu kelengkapannya sesuai permintaan penerbit. Namun jika ternyata, masih saja ada kekurangan, maka pasti dari penerbit akan menghubungi pihak penulis. Atau bisa juga penulis menjalin komunikasi atau bertanya lebih dulu pada penerbit, jikalau naskah yang dikirimkan masih ada kekurangan. Jadi jika pertanyaannya apakah diterima atau dikembalikan, berdasarkan pengalaman di penerbit mayor dan beberapa penerbit indie, mereka tetap menerima naskah tersebut.
P2
Nelly dari Banda Aceh, ingin bertanya, standar isi minimal halamannya berapa untuk buku solo?
JP2 Sebenarnya untuk standar isi minimal beliau kurang tahu. Karena itu tergantung dari jenis bukunya sendiri. Buku cerita bergambar tentu beda dengan buku kumpulan puisi atau buku nonfiksi. Tapi jika buku kita ingin terlihat kokoh, elegan dan mempunyai tulang punggung, maka jumlah halamannya bisa sekitar 150 halaman atau lebih. Untuk ukuran kertas A5
P3
Saya Dail dari serang
1.
Untuk melengkapi naskah buku selain melakukan proofreading dan penyuntingan.
Apasaja langkah yang perlu dilakukan
agar naskah tulisan yang kita buat lengkap?
2. Membaca 33 prestasi dan penghargaan yg ditulis dalam biografi singkat ibu, apa rahasianya sehingga selalu jadi yang TERBAIK?
JP3 1. Kuncinya ada di bagian outline, Pak. Karena salah satu manfaat outline adalah menjamin bahwa naskah kita lengkap. Sekedar tips yang beliau dapat saat berproses menulis buku bersama Penerbit Andi adalah jumlah Bab minimal 5. Dengan keterangan 5 ini adalah 5 W + 1 H. Maksudnya jika kita menulis buku tentang Blog, maka kita membahas Apa itu blog, Mengapa kita harus nge blog, bagaimana caranya menulis di blog, kapan kita menulis di blog, dll. Jika unsur 5 W + 1 H sudah terpenuhi, maka kita bisa tahu bahwa naskah kita lengkap. Jadi, selain melakukan proofreading dan penyuntingan, kita bisa memastikan bahwa semua pertanyaan itu sudah terjawab di outline.
JP3 2. Sebetulnya bukan yang terbaik, Pak. Masih banyak orang lain yang lebih hebat dari beliau. Seperti Bu Aam, beliau adalah juara blogger nasional. Beliau tidak punya rahasia besar di balik kesuksesan beliau. Selama ini beliau selalu memotivasi diri dengan Motto belajar, belajar, dan belajar.
P4
Sri
Sundari (Karawang)
Ijin bertanya cikgu Tere
Sinopsis ada di sampul belakang ya. Saya sering membaca blurb mungkin maksudnya supaya calon pembaca penasaran dengan cerita tsb. seperti contoh cikgu. Bagaimana menurut cikgu sementara buku seperti itu banyak di pasaran. Terima kasih.
JP4 Memang banyak yg bingung tentang sinopsis dan blurb. Biasanya blurb itu ditemukan di jenis buku fiksi. Pasti banyak yg menuliskan blurb karena memang tujuannya adalah menarik rasa penasaran pembaca.
P5
Nanya
donk
Helwiyah
Bekasi
1.
Apakah semua jenis buku harus mencantumkan blurb?
2.
dibagian mana sebaiknya blurb dicantumkan, apakah bisa bersamaan dengan
sinopsis?
3.Apakah aman mencantumkan no kontak penulis pada profil?
JP5. 1. Menurut beliau, blurb lebih tepat di buku fiksi. Buku nonfiksi sebaiknya menuliskan
sinopsis.
2. Biasanya blurb atau sinopsis
dituliskan di bagian belakang / cover belakang buku. Namun,
ada juga yang di bagian dalam buku karena bagian cover belakang
dicantumkan testimoni. Biasanya hanya salah satu antara blurb atau
sinopsis.
3. Memang terkait keamanan tidak ada kepastian untuk jaminan. Namun, kita bisa minimalisir dengan mencantumkan alamat email atau nomor HP yang kedua. Maksudnya yang kita gunakan khusus untuk membangun relasi dengan umum. Jika keberatan dihubungi melalui nomor HP, bisa juga melalui akun media sosial kita.














Keren resumenya pak, ulasannya lengkap. Maju terus sampai buku terbit. Salam literasi
BalasHapusTrima kasih atas atensinya mudah2an z juga bisa mengikuti jejak teman2 sperti bunda
BalasHapusTulisan yang menginspirasi,
BalasHapusSemoga segera terwujud sesuai harapan
Terima kasih, Alhamdulillah bertambah satu lagi keluarga saya yang ikut gembira dikala suka serta sedih dikala duka
HapusTerima kasih pak Ketua (Bakal Calon Penulis Besar dari Tolitoli)
BalasHapus