Senin, 09 Agustus 2021

Kiat Menulis Cerita Fiksi

 


Pertemuan Ke          :      13
Tema                        :      Kiat Menulis Cerita Fiksi
Nara Sumber            :      Bapak Sudomo, S.Pt.
Gelombang               :      19 & 20
Moderator                :      Aam Nurhasanah

Kembali jari jemariku menari di atas tombol keyboard, menuangkan tulisan yang muncul dari buah pemikiran serta akan melahirkan kalimat-kalimat yang bermakna sebagai upaya pengembangan diri. Malam ini materi pertemuan ke 13 namun bagi saya yang baru bergabung, materi “Kiat Menulis Cerita Fiksi” dari Narasumber Bapak Sudomo, S.Pt. merupakan pertemuan ke 4 yang akan dipandu oleh seorang Moderator yang saya anggap sudah senior di bidang tulis menulis yaitu ibu Aam Nurhasanah.

Harapan saya dari resume yang ke 4 ini, saya mengharapkan makin banyak masukan berupa tegur sapa, bimbingan dan kritikan dari teman-teman senior. Pernah saya membaca sebuah kalimat (mohon dibenarkan kalau saya keliru) “Semua manusia itu akan binasa kecuali yang berilmu, yang  berilmu itupun akan buta kecuali yang mau mengamalkannya, yang mengamalkannya pun akan sia-sia kecuali yang mengamalkannya dengan penuh ikhlas”

Moderator ibu Aam Nurhasanah mengawali pembukaan pertemuan dengan salam secara Islami serta salam nasional sebagimana biasanya. Lanjutnya, malam ini kita akan ditemani narasumber hebat, beliau adalah Bapak Sudomo, S.Pt. Beliau adalah salah satu alumni jebolan gelombang 16 yang telah sukses menulis buku resume dengan gaya cerpen atau  gaya fiksi.

https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/
Ini adalah salah satu link blog hasil beliau. Silakan main sejenak ya. Kemudian moderator mempersilahkan narasumber untuk memulai materinya.

Narasumber membuka materinya dengan memberi salam untuk Bapak/Ibu hebat  di seluruh Indonesia yang telah bergabung dalam grup menulis gelombang 19 dan 20.
Malam ini narasumber akan berbagi sedikit pengalaman yang beliau miliki terkait menulis, khususnya menulis cerita fiksi.
Sebelumnya beliau memperkenalkan diri, bisa diunduh pada tautan Biodata Sudomo 2021.pdf. Belau adalah alumni Belajar Menulis bersama Omjay gelombang 16. Hari ini beliau mendapatkan kehormatan kembali dari Omjay yang telah mengundang beliau untuk menjadi narasumber. Sebelumnya beliau menjadi narasumber gelombang 18.
 
Seperti biasanya dalam setiap kegiatan tentunya diawali dengan berdo’a bersama sesuai dengan kayakinan masing-masing. Selanjutnya beliau membuka kegiatan dengan ucapan Basmalah sesuai dengan kayakinan beliau sebagai seorang muslim.
Malam ini narasumber akan memberikan materi tentang Kiat Menulis Cerita Fiksi
Narasumber bercerita sedikit tentang perjalanan menulis beliau selama ini, terutama menulis cerita fiksi. Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkan narasumber terbawa semakin dalam ke dunia menulis fiksi pada saat mengikuti kelas menulis Omjay gelombang 16.
Untuk lebih jelasnya peserta dimohon mendownload dan membacanya pada tautan Materi Pengalaman Menulis.pptk
Saat membuat tugas resume kelas menulis, beliau mencoba berbeda dari yang lain, yaitu menulis resume kelas menulis dengan teknik fiksi, ternyata seru.
Contoh resume  dishare  sama moderator kece, Bunda Aam.

Buku tersebut akhirnya bisa terbit untuk memenuhi syarat tugas membuat resume kelas menulis Omjay
Karya-karya fiksi beliau, baik yang solo maupun antologi di penerbit indie maupun mayor bisa Bapak/Ibu di tautan berikut, ya linktr.ee/sudomo.
Berikut ini adalah materi berbagi kita malam ini, yaitu Kiat Menulis Cerita Fiksi

Dari materi tersebut beliau akan mengupas beberapa materi saja. Hal ini karena pada dasarnya materi lain sudah sangat sering kita baca dan bahkan pahami.

Pertama, yaitu mengapa kita harus menulis fiksi? Ini penting karena menjadi dasar bagi kita untuk belajar menulis fiksi. Alasan utama adalah salah satu materi dalam tes Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)  adalah Teks Literasi Fiksi.

Artinya saat ini kita sebagai guru harus bisa menulis fiksi. Tujuannya agar mudah menyediakan soal latihan bagi murid kita.

Alasan berikutnya adalah dengan menulis fiksi akan bermanfaat dalam pengembangan profesi kita sebagai guru. Kumpulan cerita fiksi bisa dibukukan sebagai syarat kenaikan pangkat. Novel termasuk kategori karya seni kompleks. Kumpulan cerpen bisa termasuk kategori karya seni sederhana.

Kedua, syarat menulis fiksi,  yaitu komitmen, riset, membaca karya fiksi, mempelajari KBBI dan PUEBI, memahami dasar menulis fiksi, dan menjaga konsistensi menulis fiksi.

Ketiga, bentuk-bentuk cerita fiksi, yaitu fiksimini, flash fiction, pentigraf, cerpen, prosa, novela, dan novel.

Perbedaan terletak pada kompleksitas konflik cerita. Selain itu ada juga batasan kata dan ada juga yang menggunakan batasan paragraf.

Keempat, unsur-unsur pembentuk cerita fiksi, yaitu tema, premis, alur/plot, penokohan, latar/setting, dan sudut pandang. Dari sekian unsur ada premis yang mungkin baru bagi Bapak/Ibu.

Apa itu premis? Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat. Terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi.

Contoh premis: Seorang anak memiliki kemampuan sihir bersekolah di sekolah sihir yang harus melawan penyihir jahat demi kedamaian bumi.

Dari contoh jika dijabarkan adalah sebagai berikut:

karakter: anak
tujuan tokoh: kedamaian bumi
rintangan: melawan penyihir jahat
resolusi: belajar sihir

Kelima, kiat menulis fiksi.

  • Niat, terkait motivasi diri memulai dan menyelesaikan tulisan;
  • Baca karya orang lain, bahan referensi, gaya bercerita, menambah diksi
  • Ide dan Genre, terkait mencatat ide dan pilihan genre yang disukai dan dikuasai
  • Outline, terkait kerangka tulisan berdasarkan unsur-unsur pembentuk cerita fiksi
  • Menulis, terkait membuka  cerita, mengenalkan tokoh, menguatkan konflik, menggunakan pertimbangan logika cerita, susunan kalimat pendek dan jelas, pilihan kata, teknik show don't tell, dan ending yang baik.
  • Swasunting, dilakukan setelah selesai menulis, jangan menyunting sambil menulis, fokus penyuntingan pada kesalahan penulisan, ejaan, kata baku, aturan penulisan, dan logika cerita. Selain itu harus kejam pada tulisan sendiri. Terakhir adalah berpegangan pada KBBI dan PUEBI.

Sebelum moderator buka sesi tanya jawab, moderator bertanya terlebih dahulu

Bagaimana mengasah teknik show don't tell(Menunjukan tapi tidak memberitahu)? Agak kesulitan untuk yang newbie saat ingin menulis cerpen.

Jawab narasumber, teknik melatihnya dengan terus mencoba menulisnya. Tentu pertama harus memahami teknik show don't tell terlebih dahulu. Sebagai contoh mudah bisa mulai berlatih dari kata sifat, misalnya sedih. Dengan teknik ini kita akan membangun suasana sedih tokoh tanpa harus menuliskan kata sedih.

Contoh:

Tehnik tell
Mira sangat sedih melihat jenazah ibunya.
Tehnik show
Dadanya terasa sesak, napas terasa tersekat di tenggorokan, terdengar isakan dibarengi dengan derai air mata yang tak kunjung usai sembari menatap tubuh wanita yang melahirkannya terbujur kaku di ranjang.

Kita lanjutkan pertanyaan pertama dengan kode "P1"

Anni
Wonogiri
P1 ingin bertanya karena tertarik dengan kelahiran bapak yang Sukoharjo, itu dari Jateng atau di NTB ada kota Sukoharjo juga. Lantas apakah dari kisah nyata sendiri bisa di sadur menjadi cerita Fiksi, cara membuat cerita Fiksi agar panjang bagaimana?

Jawaban 1
Beliau/narasumber lahir dan besar di Sukoharjo Jawa Tengah. Kisah nyata sangat bisa dijadikan cerita fiksi. Istilah kerennya based on true story. Ini akan membuat cerita fiksi lebih dekat dengan pembacanya. Sedangkan cara memanjangkan cerita fiksi salah satunya adalah menggunakan teknik show don't tell seperti yang dijelaskan tadi. Kalau untuk jenis novel panjang, tentu harus disiapkan outline/kerangka dengan beberapa konflik yang baik.


Assalamu'alaikum bpk
Nama : Nur Hayati Yogya

pertanyaann P2:

  1. Bagaimana membuat cerita itu hidup dan menarik pembaca untuk membaca hingga akhir?
  2. Bagaimana membuat akhir dari cerita yang disukai oleh pembaca

Jawaban 2

  1. Membuat cerita hidup bisa dengan cara menguatkan karakter tokoh dan membangun suasana yang baik.A
  2. khir cerita yang baik adalah yang menjawab konflik cerita. Berlaku juga untuk akhir yang menggantung. Agar disukai pembaca bisa dibuat menggantung atau plot twist.
Assalamu Alaikum
Mau nanya 
Nama: Helwiyah
Asal:Bekasi

Pertanyaan P3

  1. Bagaimana aturan tanda baca pada cerita fiksi?
  2. Kapan harus menggunakan tanda kutip atau tidak pada dialog?

Jawaban P3

  1. Aturan tanda baca sama seperti pada umumnya, yaitu mengacu pada PUEBI;T
  2. anda kutip dialog pada kalimat tanya langsung. Dialog tanpa tanda kutip bisa pada   narasi paragraf. Contoh: Saya akan ke sana, seingatku aku pernah mengatakan itu.

Nama : Omma Babys
Alamat : NTT
Pertanyaan P4
Mohon penjelasannya apa itu fiksimini, flash fiction, pentigraf? kl boleh mnt contoh dr yg disebutkan diatas.trm ksh

Jawaban P4

Fiksimini adalah fiksi sangat singkat biasanya beberapa kata saja. Contohnya ANJING DILARANG MASUK. Politisi itu tertegun di depan pagar rumahnya. 

Flash fiction adalah cerita kilat, biasanya memakai batas jumlah kata khusus, misalnya 50 kata, 100 kata, dll. 

Pentigraf adalah cerpen tiga paragraf. Contoh silakan jelajahi web saya www.eigendomo.com atau bianglalakata.wordpress.com

Pertanyaan dari peserta ada 13 yang masuk ke moderator sementara yang terjawab lewat materi on line malam ini baru 4 sisa pertanyaan yang 9 akan dijawab lewat blog saja. Selanjutnya narasumber menjanjikan hadiah buku karya beliau (bebas memilih judul) bagi resume terbaik pada pertemuan malam ini.




2 komentar:

DARI MANA IDE MENULIS DATANG?

  Resume ke 11   Pertemuan ke               :       20 Tema                         ...